0
Dikirim pada 06 Oktober 2015 di Alquran

Jlebbers, salah satu kunci pengembangan diri yang banyak diabaikan adalah berdo’a. Diawali dengan do’a yang penuh harapan dan diakhiri dengan doa yang penuh kesyukuran, maka pengembangan diri seorang insan akan melejit diahsyiit dengan izin Allah, melejit melebihi prestasi manusia lainnya yang hanya bergantung kepada strategi semata.

Seorang sahabat Mr. Jlebb yang berprofesi sebagai Trainer bercerita bahwa impiannya di tahun 2010 adalah mendapatkan penghasilan 1M.

Ternyata, hingga Desember 2010 penghasilannya masih jauh dari 1M. Sampai pada suatu saat di bulan Desember 2010, ketika ia tengah mengisi sebuah acara di hadapan sekitar 1000 audien, ia mengalami sebuah peristiwa yang sungguh menyakitkan, yakni : dakwahnya atau materi trainingnya tidak diterima oleh audien di sana, bahkan ada audien yang berteriak : “Turuuuuun….” padahal training baru berlangsung 15 menit-an …. hmm cukup menyakitkan memang… sakitnya tuh di sini. Jlebb.

Akhirnya, ia pun menghentikan trainingnya dan berkata pada dirinya sendiri : “Do’aku sedang dikabulkan Allah, aku tak boleh marah”.

Dan, subhaanallaah, sekitar 2 pekan kemudian, ia mendapat rejeki tak terduga dalam bentuk uang yang sangat besar (atas permintaan beliau, maka nominalnya tidak boleh disebutkan), hingga jika ditotalkan dalam satu tahun mencapai lebih dari 1M, yang besarnya dalam bentuk uang plus dalam bentuk lainnya : anak yang semakin sholeh, koneksi yang bertambah banyak, istri yang semakin sholihah, kesehatan yang semakin membaik, dan lain sebagainya…

So, para Jlebbers, bersabarlah atas proses terkabulnya doa Anda, sebab RAHASIA PERTAMA terkabulnya doa yang perlu Anda ketahui adalah bahwa :  Ketika kesulitanmu memuncak, lalu engkau mampu bersabar dan tetap tenang, berarti saat itu do’amu sedang dikabulkan-Nya. Bukankah bersama kesulitan pasti ada kemudahan?

Kini mari kita telusuri apa rahasia yang kedua. Jlebbers, tahukah Anda bahwa Allah tidak terikat oleh tempat dan waktu, melainkan waktu dan tempat lah yang terikat kepada Allah?

Itu sebabnya, RAHASIA KEDUA bahwa do’a Anda pasti dikabulkan-Nya di “saat ini” juga adalah apabila Anda meminimalisir keterikatan Anda terhadap waktu dan lalu mengoptimalkan keterikatan Anda kepada Yang Maha Menguasai Waktu. Maksudnya apa Mr. Jlebb?

Begini, ciri orang yang masih terikat kepada waktu adalah “bosan dan letih dalam menunggu”. Dengan demikian, ketika Anda sedang dan setelah berdo’a dengan penuh harapan maka jangan tunggu-tunggu kapan do’a itu terkabul, apalagi menunggu dengan perasaan bahwa doa Anda takut tidak dikabulkan-Nya, sebab seringkali apapun yang “ditunggu” akan terasa lama serta seringkali hanya akan menyiksa jiwa Anda. Ingatlah bahwa Tuhan Anda adalah Allah, bukan waktu, maka bergantunglah kepada Allah.

Nikmatilah hidup Anda saat ini juga, sebab dalam pandangan-Nya “saat ini” do’a Anda sedang dikabulkan-Nya. Firman-Nya : “Berdo’alah kepada-Ku, langsung Aku kabulkan”. Apakah Anda percaya kepada Firman Allah tersebut? Jika percaya gak usah pakai ragu dong… percaya saja… yakin 100% langsung dikabulkan oleh Allah.

Mungkin Anda mempertanyakan : “Hai Mr. Jlebb, ente jangan asal ngomong ya, ane sudah doa tidak ada yang langsung dikabulkan, semuanya butuh waktu, semuanya berproses…”. Baiklah, jika itu pertanyaan Anda maka ketahuilah yang berproses itu adalah ikhtiar kita, sedangkan do’anya sudah langsung dikabulkan. Kok bisa?

Begini, Anda misalkan punya gelas bervolume 250 ml, lalu Anda berdoa “Ya Allah, hadirkan air di gelasku ini sebanyak 700 liter air”, maka Allah dengar dan Allah kabulkan do’a Anda, namun Allah pun bersabar dalam mengabulkan doa Anda sebab kapasitas Anda baru 250 ml padahal permintaan Anda adalah 700 liter air.

Jadi sebenarnya, bukan Anda yang bersabar menunggu terkabulnya do’a yang Anda panjatkan, tapi Allah lah yang sedang sangat bersabar menunggu Anda, hamba-Nya, memantaskan diri, melayakkan diri, meningkatkan kapasitas diri agar siap dan mampu menerima cairnya doa Anda tersebut. Jlebb.

Oh Allah I love You, ternyata Engkau sungguh bersabar menunggu kami berikhtiar dengan sungguh-sungguh untuk mencapai impian-impian kami atas do’a-do’a yang kami panjatkan, terimakasih ya Allah, ampunilah kami…

Sekarang mari kita lanjutkan ungkap rahasia yang ketiga. Jlebbers, sebetulnya tujuan do’a itu dilakukan agar kita tak lagi fokus kepada APA yang kita pinta, tapi kembali tenang dan fokus kepada SIAPA kita meminta. So, RAHASIA KETIGA do’a Anda sedang dikabulkan-Nya adalah ketika Anda lebih sering mengingat-Nya dibandingkan mengingat apa yang Anda pinta kepada-Nya.

Misalkan, jika Anda berdo’a meminta mobil, maka jika Anda PERCAYA bahwa DIA pasti mengabulkan atau mengganti APA yang Anda pinta dengan yang terBAIK,  maka Anda tak perlu lagi istiqomah melakukan “Dzikrul Mobil” (Mengingat Mobil) melainkan kembali fokus melakukan Dzikrul Allah (Mengingat Allah).

Do’a itu adalah teknik spiritual untuk melepaskan, mengembalikan, dan menyerahkan berbagai keinginan dan harapan Anda kepada-Nya, sehingga Anda bisa kembali tenang mengingat dan mengabdi kepada-Nya, tenang dan bahagia mencari dan menemukan berbagai karunia-Nya.

Ya, kita memang disuruh MEMINTA kepada-Nya, tapi kita tidak disuruh BANYAK-BANYAK MEMINTA kepada-Nya, melainkan kita disuruh BANYAK-BANYAK BERDZIKIR kepada-Nya. Itu mengapa, jangan sampai justru Do’a yang kita panjatkan kepada-Nya malah melalaikan kita dari mengingat-Nya. Ini adalah hal yang sungguh tidak mulia … Jlebb.

“Hai orang-orang yang beriman, berDZIKIRlah kepada Allah dengan DZIKIR yang seBANYAK-banyaknya.. “(Q.S. 33 : 41-42)

Bahkan jika kita perhatikan hadits berikut, berDZIKIR memang lebih ampuh dibandingkan dengan meminta.

“Barang siapa yang disibukkan berDZIKIR kepadaKU daripada MEMINTA kepadaKU, maka AKU akan memberinya lebih dari yang biasa diminta oleh para peminta” (H.R. Bukhori).

“BerDZIKIRlah kepada Allah sebanyak-banyaknya, supaya kamu beruntung.” (Q.S. 62:10).

Nah, Jlebbers, dengan demikian, FUNGSI UTAMA dari berdo’a adalah untuk MENGINGAT ALLAH, dan FUNGSI KEDUA dari berdo’a adalah agar kita tidak TERIKAT terhadap apa yang kita pinta, dan kembali hidup MERDEKA bersama-NYA.

Ya, do’a itu berfungsi agar kita tak lagi terlalu memikirkan apa yang kita pinta kepada-Nya, karena kita sudah sungguh-sungguh PERCAYA bahwa DIA pasti mengabulkan do’a kita … Nah, inilah RAHASIA KEEMPAT terkabulnya do’a adalah bahwa Anda sudah tidak terikat lagi atas apa yang Anda pinta kepada-Nya sebab Anda sudah sangat percaya bahwa DIA pasti mengabulkan do’a Anda. Tanyakan diri Anda : “Apakah saya sudah sungguh-sungguh percaya bahwa Allah pasti mengabulkan do’a saya atau digantikan-Nya dengan yang terbaik bagi saya?”

Cobalah pikirkan, seseorang biasanya sering mengingat-ingat orang yang berhutang kepadanya karena ia ragu atau tak percaya kepada orang tersebut. ia tak percaya bahwa hutangnya akan dibayar. Begitu pun, jika Anda ragu atau tak percaya bahwa apa yang Anda pinta tidak akan dikabulkan-Nya, maka Anda akan terus meminta-minta hal yang sama kepada Allah. Anda ragu bahwa Allah lupa atau tidak akan mengabulkan doa Anda.

Jlebbers, SADARILAH bahwa tak mungkin Dia ingkar janji, tak mungkin Dia tidak mengabulkan do’a Anda. Sungguh Tidak Mungkin, kecuali Anda lah yang mengkhianati-Nya, Anda lah yang enggan memantaskan diri di hadapan-Nya.

Namun tentunya tak masalah bila Anda meminta kepada-Nya berulang-ulang, tapi bukan dalam rangka meragukan kemampuan-Nya untuk mengabulkan do’a-do’a Anda, melainkan dalam rangka mendekatkan diri Anda kepada-Nya, atau bukan hanya dalam rangka mendekatkan diri Anda kepada apa yang Anda pinta.

“Dikabulkan do’a salah seorang dari kamu, selama ia tidak tergesa-gesa mengucapkan ‘saya sudah berdo’a tapi belum juga dikabulkan'” (H.R. Bukhori dan Muslim)

Jlebbers, dan inilah RAHASIA KELIMA bahwa do’a Anda pasti dikabulkan-Nya, yaitu ketika Anda SEDANG DEKAT kepada-NYA. Bagaimana caranya?

Begini, misalkan Anda ingin pulang kampung, anggap kampung Anda di Padang. Eh, ternyata Anda salah menaiki pesawat, maka mau-tidak mau Anda harus segera keluar dari pesawat tersebut serta MENDEKAT dan KEMBALI kepada pesawat yang benar sehingga ANDA bisa MENDEKAT dan KEMBALI ke kampung halaman Anda, dan bukan ke kampung halaman orang lain.

Jika Anda sudah KEMBALI ke pesawat yang benar, maka Anda bisa mengatakan kepada Pilotnya “Om Pilot, bisa tolong antar saya ke Padang ya?” Maka Om Pilot akan mengantarkan Anda ke Padang, bahkan sekalipun Anda tidak memintanya, sebab pesawat tersebut memang bertujuan ke Padang.

Allah berfirman “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) sesungguhnya Aku ini DEKAT. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam keLURUSan.” (Al-Baqarah: 186)

Berdasarkan ayat di atas dapat disimpulkan bahwa do’a akan dikabulkan-Nya manakala kita menyadari bahwa Allah itu DEKAT, dan agar kita DEKAT kepada-NYA tentu saja kita harus berusaha mendekat kepada ALLAH. Namun, jika kita masih berada di jalan yang salah, bergelimang dosa, maka berarti kita “salah naik pesawat”. Sehingga, jika kita KEMBALI (taubat) dari jalan yang salah menuju jalan yang benar, yaitu jalan-Nya yang LURUS, maka kita pun menjadi DEKAT kepada-Nya. Perhatikan kembali firman-Nya “maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam keLURUSan.”

Wallahu a’lam

 

Mr. Jlebb

Sumber : www.Jlebb.com



Dikirim pada 06 Oktober 2015 di Alquran
comments powered by Disqus
Profile

Saya unik sama seperti Anda More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 399.994 kali


connect with ABATASA