0


Puasa Arafah adalah puasa yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.

Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arofah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arofah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arofah.” (Lathoif Al Ma’arif, 482)

Mengenai keutamaan puasa Arafah disebutkan dalam hadits Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Ini menunjukkan bahwa puasa Arafah adalah di antara jalan untuk mendapatkan pengampunan di hari Arafah. Hanya sehari puasa, bisa mendapatkan pengampunan dosa untuk dua tahun. Luar biasa fadhilahnya ...
Hari Arafah pun merupakan waktu mustajabnya do’a sebagaimana disebutkan dalam hadits,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)”.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Insya Allah hari Arafah di tahun ini akan jatuh pada tanggal Kamis 25 Oktober 2012. Semoga kita termasuk orang yang dimudahkan oleh Allah untuk melakukan puasa tersebut dan meraih keutamaan di dalamnya. Aamiin

Sumber : http://nabungamalsholeh.blogspot.com/2012/10/tentang-puasa-arafah.html

Dikirim pada 18 Oktober 2012 di Akhlak




1.Sasana Pakarti


Jl. Duren 3 No. 12 Ps. Minggu
Telp: (021) 797 4075 Ibu Emon/Ibu Karno

* Ruang AC + Ruang Rias 3 dgn AC
* Kapasitas 1000-1200 orang
* Meja penerima tamu + 8 kursi incl
* Incl Ijin/car call/karpet jln/sound/mike 4/200 kursi lipat
* parkir luas
* Max pemakaian = 4 jam

2.Graha SUCOFINDO, 1st Floor


Kapasitas: 1200 org
Catering: 40rb-43rb-47rb per porsi
Office hours: jam 8-5 sore senen-jumat
Jl. Raya Pasar MInggu Kav. 34, Jakarta 12780,
INDONESIA, PO BOX 3277 Jakarta 10001
Phone : (62-21) 798 6657 - 58 (Direct),
(62-21) 798 3666 ext 1116, 1124
Fax : (62-21) 798 6473, 798 3888
email : customer.service@sucofindo.co.id

3.Menara Jamsostek


Jl. Jend Gatot Subroto lt. 10 (outdoor)
Jakarta Selatan

4.Aula Pangeran Kuningan


Gd. Grha Citra caraka / TELKOM, Jl. Gatot Subroto No. 52 Jakarta 12930
Telp: 021-5204729
Faks: 021-5204729
Auditorium Telkom 521 5300

5.Aula Masjid Baiturrahman


Komp. MPR/DPR RI Jakarta
Telp: 021-571.5879

6.Gedung Manggala Wanabakti Lt.2,
Jl. Jend. Gatot Subroto Senayan, Jakarta Pusat
Telepon: (langsung) 573 2707, (operator) 570 3265 s/d 570 3246 pesawat 5190 s/d 5194.
021 570 1147 (http://manggala.or.id/
Office hours: 9.00 - 16.00

7.BPK
Gatsu kav. 31
5704395

8.Departemen Perindustrian
525.5509 ex 2231/5103
Jalan Gatot Subroto Kav. 52-53, Jakarta 12950
Tel (021)5252194, 5271380, 5271387-88
Fax (021)5261086
CP: mbak Imel di 5255509 ext. 5081/2231(?).
Kapasitas 600 org

9.Birawa Assembly Hall
Gatot Subroto Kav. 71-73, Pancoran Jakarta 12870
Telp: 021-83793555
Faks: 021-83793554
Paket hotel 72-80rb/pax

10.FINANCIAL CLUB JAKARTA
Graha Niaga, 27th & 28th Floor
Jendral Sudirman Kav. 58
Jakarta 12190, Indonesia
Telp : + 62 21 2505090
Fax : + 62 21 2505091


11.Jakarta International Club
Telp : 5746608
CP : Ibu Uli
Tidak ada biaya gedung,
lokasi di Wisma 46 Lantai 46 (Lotus/Azalea/Lavender Room)
Kapasitas: Kafe 300-400 standing, Lt. 1 700-800 standing
Catering/pax: 108800++
Include: free flow softdrink, ice carving, red carpet, president room dari jam 7 s/d selesai
Stall 15rb-22rb++ (Tax 21%)


12.Wisma Indocement
Auditorium II Lt. 3,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 70-71
Jakarta Selatan
Telp: 021-5705863
Faks: 021-65311235


13.BPPT
(seberang Pan Pacific, setelah menara Thamrin sebelum DepAg)
Kapasitas 1500, Jl. M.H. Thamrin No.8
Jakarta 10340
Phone : (021) 316 8449 Fax : (021) 314 0190

Lemhanas -> Panca Gatra?
Lokasi : diantara 2 sisi jalan yaitu akses masuk melalui medan merdeka selatan (sederetan kedubes amerika / kantor walikota) & kebun sirih (seberang penang bistro, sebelah gedung dewan pers).
Telp nya : 3832471,3509095.
Buka hanya hari Senin, Rabu, Jumat
Jam 10.00-14.00 siang.


14.Wisma Antara/Auditorium Adhiyana Lt. 2
charge catering 15% sound system 500rb dekorasi 250rb listrik 250rb
kapasitas 800 full carpet
Jl. Medan Merdeka Selatan 17
Jakarta Pusat
Mbak Hesti
Phone : (021) 350 7103 Ext. 204
Fax : (021) 350 6615 9.00-6.30

15.Gedung BDN -> Bank Syariah Mandiri
Jl. MH. Thamrin No. 5
Jakarta Pusat
Jakarta
Telp: 021-39833119, 021-2300800 ext. 0560
Faks: 021-39833119


16.Pendopo Sapta Taruna Departemen Pekerjaan Umum
Jl.Patimura/20, Kebayoran Baru, JakSel
Gedung PU Belakang Al-Azhar
Kapasitas: 800 org
Bpk. Eno (08129722446 / 7394186 /7250311 /7395588)


17.DepKes
Kapasitas: 800 org
Jl. Rasuna Said, Kav. X-5, No. 4-9, Kuningan - Jakarta (setelah Kadin/Indorama)
CP: Ibu Mumun / Pak Made : 021 - 5201590 / 5253558


18.Granadi
Fasilitas: kursi 100 buah, listrik 10000 watt, izin, ruang rias dll
Jl. HR Rasuna Said Blok X-1 Kav 8-9
Jakarta Selatan
setelah great river, seberang depkes
Phone : (021) 2522 745 Ext 1059


19.Auditorium Langen Palikrama
Pegadaian Pusat
Jl Salemba Raya no 62
Telp :0213925958 atau 0213148486
31555550

20.Gedung Depsos Salemba
Jl. Salemba Raya no. 28
Telp. 3103806

21.Gedung Aneka Tambang
021 7891234

22.Patra Jasa
Gatot Subroto 021 521 7217/ 5251604

23.WTC
Jl. Jend. Sudirman 2522135
Sewa :


24.Dharma Wanita Persatuan Pusat

Kapasitas : 1200 orang
catering: 40rb/45rb/50rb - min. 800porsi
Jl. Pedurenan Masjid Karet Kuningan
(Belakang Gedung Sentra Mulia)
Jakarta Selatan
Telpon : 021-5201714/6/18
Email : info@dwp.or.id
Office hrs: 8.00-16.00 Senin Rabu Kamis

25.Barawidya Sasana/PTIK
Kebayoran Baru 7398285
kapasitas 1000-2000


26.Deptan, Ragunan
7806131/6134/4116 ext. 2123
Pak Sulis 081519918577
(full s/d 2009)

27.Gedung Arcadia Nestle
Jl. TB Simatupang Kav 88 Jakarta Selatan
Telf : 021 7883 8722
Fax : 021 78838717
Kapasitas :Reception Hall & Poolside area 800 - 1000 orang resepsi berdiri (outdoor)


28.Klub Persada - Halim

fee dekor rekanan 1,5jt, non rekanan 3jt
fee katering rekanan 30%, non rekanan 40%
fee foto rekanan 750, non rekanan 1,5jt
fee listrik 500rb

29.Gedung Arsip Nasional RI (outdoor)
Jl. Gajah Mada Jakarta
Telp: 021-6347744
Faks: 021-63 855364

30.Graha Dwi Warna
Jl. Kebon Sirih Raya
Jakarta 11480
Phone : (021) 53671994

31.Al-Azhar, Masjid 7245682
32.Al-Bina, Masjid 5734070 Ext 514
33.Al-Ihsan, Masjid Kebayoran 7244630/7243128
34.Angkasa Pura – kemayoran 6541961/6541668
35.Anjungan Jawa Tengah,TMII 8400220 / 8415991
36.Anjungan DIY,TMII 87792040 /8409348
37.Ardyaloka, HALIM 8098602
38.Arsip nasional 6347744
39.At-Taqwa, Masjid Kebayoran 7208815/7207247
40.At-Taqwa, Masjid Kemanggisan 5328243/5493424


41.At-Taqwa, Masjid Ps.Minggu 7987280
42.At-Tiin (TMII), Masjid 87795564/87794272

43.Baiturrahman, Masjid 5715879
44.Baitussalam-PLN, Masjid 7973774 ext. 1126
45.Baitut Tholibin, Masjid 5741521
46.Balai Samudra 45851721-24-25
47.Balai Sudirman 83791623-30
48.Bapindo Plaza 5266625/5266017
49.BEA CUKAI, Rawamangun 4890308 ext. 156
50.Bhayangkari 7260067/7217178


51.Bidakara(Binakarna,Birawa,Garden)83793555/83793529
52.Bimasakti 7900487
53.BKKBN-HALIM 8009045
54.BPK 5704395 Etx.121
55.BPPT 3168343-44/3162048

56.Caraloka 7222226
57.Cawang kencana 8011346-49
58.Darussalam, Masjid Cipinang 4715254
59.DepDagRi 7983769
60.Dep-Kes 5253558


61.Dept Perindustrian 5255509 ext. 5081
62.DepSos / Aneka bakti 3103806/3103591
63.DepNaKer 5255733/5251036
64.Dharma Wanita Pusat,Kuningan 5201714-18
65.DPR Kalibata 7989863-64

66.Gedung PELNI 3448227/3844395
67.Gedung Wisma Antara 3507103-04
68.Graha garini, Halim 8019823
69.Graha Jala Bakti 7699548/7692676
70.Graha Pondok Pinang 7652611


71.Graha Purna Wira 7207940
72.Granadha / Balai Sarbini 5251526/5203313
73.Granadi 2522745 Ext.1046
74.Griya Ardya Garini,Halim 8097602/8019248
75.Griya Taman Palem 7940639

76.Hermina 7982960
77.IBI (LPPI) 71792021 ext. 275
78.Istana Kana 332224/334443

79.Karsa Pemuda 5720845
80.KejaGung 7203061-65


81.Kiani Murni-Kalimanis 7985969-79
82.Klub Persada HALIM 8009118
83.Korpatarin 4898130
84.K-winanku 70009772

85.Makarti Muktitama 7993376
86.Manggala Wana Bhakti 5701147 ext. 5528
87.Menara BTN 6346880-81

88.Ni’Matul Ittihad, Masjid 7651253
89.Nyi Ageng Serang 5263219/5736544
90.Oktroi Plaza, Kemang 7197710/7196420

91.Pandan Sari, Cibubur 8731859
92.Parpostel 3522915-16
93.Patra Jasa 5217222
94.Pegadaian 3155550 ext. 146
95.Pertamina CemPut 4247322
96.Pertamina SIMPRUK 7250500/7210500
97.Pesona Khayangan 77820333/77820552
98.Pewayangan 87796316-18
99.PLN-Ragunan 7811292
100.PNSPI,TMII 8416011 etx.192-390



101.Pondok indah, Mesjid 7666165/7652974
102.PTIK 7208239/7398285
103.Puri Ardya Garini, HALIM 8006322
104.Pusdiklat BRI 78830368 ext.2121
105.Rumah Alexandra 717942629
106.Rumah Saya 7976683 107.Sasana Pakarti 7974075/7974828
108.Sasono Langen Budoyo 8409214/8409265
109.Serba Guna BULOG 5252209 Ext. 2610
110.STEKPI 7981353-55


111.SUCOFINDO 7994668 ext.244
112.Sunda Kelapa, Mesjid 3148541/334261
113.Teater Tanah Airku, TMII 87793369
114.Telokm / Citra Caraloka 5205300/5215285
115.TIFA (KOMDAK) 5234236
116.Wanita BKOW 8652874-76
117.Wisma HC-Ragunan 78843415

Sumber : Nabung Amal Sholeh

http://nabungamalsholeh.blogspot.com/2012/10/117-gedung-pernikahan-wedding.html

Dikirim pada 09 Oktober 2012 di Akhlak



Alhamdulillah, Allah telah mempertemukan kembali kita dengan Iedul Adha atau Iedul Qurban. Kita juga bersyukur dan berdo’a agar saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah Haji tahun ini diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah hajinya dengan aman, lancar dan selamat. Semoga pula mereka dapat kembali ke tanah air dengan sehat dan selamat dan menjadi Haji yang Mabrur.
Seperti kita ketahui, dalam ibadah haji ada tiga kegiatan yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan klimaksnya melempar jumrah di Mina. Tanpa melaksanakan ketiga rangkaian kegiatan ini, ibadah haji seseorang tidak syah.

Pertama, wukuf di Arafah. Arafah adalah padang pasir yang luas. Di tempat ini jutaan manusia berkumpul dengan hanya memakai dua helai kain tak berjahit. Mereka menanggalkan baju kebesaran dunia dan melepaskan segala atribut kepangkatan. Mulai dari raja sampai rakyat biasa, semua sama. Tidak ada satupun yang memakai jas maupun pantalon, batik maupun safari.
Wukuf di Arafah dilakukan siang hari, saat matahari terik menyengat. Semua duduk bersimpuh berdzikir dan beristighfar. Di sini instink dan sifat kemanusiaan dibangkitkan. Akal/rasio dan intelektualitas kita ditempa untuk membaca diri dan alam sekitar, sehingga diharapkan muncul sifat arif. Sesuai dengan namanya, Arafah berarti pengetahuan dan sains . Karena Arafah inilah pertama kali pengetahuan diberikan kepada manusia melalui orang tua kita, Adam AS. “Dan Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya….” (Al Baqarah 31). Dengan ilmu pengetahuan inilah manusia mengolah alam ini untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.

Kedua, Miqat di Muzdalifah. Muzdalifah atau Mas’ar, adalah tempat membina keasadaran dan subjektifitas. Miqat di Muzdalifah dilakukan pada malam hari, di saat hari kelam, tidak ada penerangan, di saat orang-orang tidur lelap. Di tempat ini, para hujjaj berdzikir dan merenung sehingga timbul kesadaran ke-Mahabesaran Allah SWT. Betapa luasnya jagat raya, langitnya berdiri kokoh tanpa ada tiang penyangga. Bintang dan planet-planet bertebaran tanpa ada tali gantungan.
Di saat miqat di tempat ini, para hujjaj beristighfar, bertaubat, meminta ampun kepada Allah sambil mengungkapkan penyesalan atas pebuatan dosanya yang telah dilakukan selama ini. Orang-orang yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan amalan ini, tak jarang airmatanya meleleh membasahi pipinya, bahkan menangis sejadi-jadinya. Dan tangis di kala sepi sambil menyesali diri itulah tangis yang akan mendekatkan kita kepada pengampunan Allah SWT, bukan tangis massal yang dishoot oleh televisi.
Di Muzdalifah ini emosipun dilatih, nurani ditempa untuk “membunuh” dan menghilangkan sifat-sifat tercela yang menyebabkan amal kita ditolak oleh Allah seperti: iri, dengki, jahil, benci, tamak, rakus, dan egoisme. Dengan kesadaran inilah para hujjaj mempersiapkan diri, menyiapkan senjata (berupa batu kerikil) untuk menyerang iblis guna membunuh sifat-sifat jelak itu.

Ketiga, Mina. Di tempat ini berdiri kokoh tiga tugu “monumental” yang disebut “Jamarat”: Jumratul Ula, Jumratul Wustha dan Jumratul Aqabah. Ketiganya melambangkan tiga Syetan yang harus diperangi.Di tempat ini, setelah selesai melaksanakan sholat Subuh di Muzdalifah, para hujjaj bergerak dengan gesit dan penuh semangat “menyerang ketiga iblis itu dengan menggunakan “senjata terhunus” berupa batu-batu kerikil.
Syaitan ini harus dilawan, karena ia selalu memperdaya manusia. Syaitan menyerang titik-titik kelemahan manusia yaitu intelektual, kesadaran dan keyakinan. Oleh karena itu gerakan penyerangan iblis di Mina melambangkan harapan dan idealisme, serta perjuangan dalam membebaskan kita dari serangan Syaitan terhadap ketiga titik kelemahan manusia itu.
Tiga serangan Syaitan ini selalu kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Ia dapat berupa kekuasaan, ia dapat berupa materi atau harta/kekayaan dan juga bisa dalam bentuk kehidupan sosial lainnya. Dalam Al Quran dicontohkan, ada Fir’aun, yaitu lambang pemimpin yang dhalim dan penindas; Qarun, lambang kepitalis yang rakus dan serakah; Hamman, lambang pejabat-pejabat yang munafik, dan Bal’am adalah lambang penegak hukum yang berpihak pada penguasa dan pengusaha, bukan pada kebenaran.
Ibadah haji merupakan sarana untuk membina intelektualitas, kesadaran dan kecintaan manusia terhadap kebenaran. Ibadah haji merupakan bentuk hubungan interaktif dan ketaatan manusia kepada Allah dan sebagai bentuk hubungan antar sesama manusia. Ibadah haji juga mengandung nilai‑nilai eduka­tif, yakni membina jiwa seseorang menjadi mantap dan konsisten dalam menegakkan kebenaran seperti halnya dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il. Nilai-nilai itu harus diwujudkan dalam perilakunya sehari-hari. Bagi para hujjaj, Rasulullah menyebutkan 2 ciri yang menonjol dari haji yang mambrur, yaitu: afsus-salam, wa ith’amuth- tha’am.

Afsus- salam, artinya menyebarkan salam (keselamatan). Artinya ia harus menjadi tempat bertanya orang yang tidak tahu, tempat meminta pendapat bagi orang yang kebingungan, dan tempat meminta nasihat orang-orang yang sedang kegelapan. Ini dapat difahami, karena karena intelektual mereka telah terbina melalui proses perenungan di Arafah, di Muzdalifah dan di Mina.
Sedangkan ith’amuth tha’am, artinya dermawan, memiliki solidaritas sosial yang tinggi, suka membantu dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Jiwanya gemetar jika ada orang lain yang susah. Ia sadar bahwa harta yang dimilikinya adalah kepunyaan Allah yang setiap saat bisa diambil kembali oleh Allah dengan berbagai cara.
Dengan demikian, ibadah Haji memiliki nilai yang sangat penting bagi kita umat Islam Indonesia yang dewasa ini sedang diuji oleh Allah dengan berbagai ujian, mulai dari ujian bersifat ekonomi, bencana alam, sampai dengan drama Cicak lawan Buaya yang semakin hari semakin membingungkan orang-orang yang bodoh, walaupun masyarakat sudah bisa menebak bahwa dari pertarungan itu yang menang adalah kadal, karena cicak dan buayapun dua-duanya berhasil dikadalin oleh Kadal yang telah dikuasai oleh nafsu angkara murka dari manusia-manusia durjana yang telah dikuasai Syaitan.
Karena itu kita mengingatkan kepada para hujjaj, mari kita lanjutkan perang kita melawan tiga syaitan yang kita lempari waktu lempar jumrah: pertama, Syaitan kecil, yaitu syaitan yang menganggu pikiran dan intelektual manusia. Serangan dari Syaitan kecil ini menyebabkan manusia malas belajar, tidak mau menggunakan akal/pikiran. Akibatnya manusia menjadi bodoh dan terbelakang. Kedua, Syaitan sedang, yaitu syaitan yang menyerang kesadaran, sehingga manusia lupa dan lalai menghadap Allah. Syaitan ini dapat berupa harta atau kekayaan, pangkat, jabatan dan kedudukan, keluarga dan lain-lain. Jika manusia sudah cinta kepada dunia, maka ajaran agama sering diabaikan, agama sering dianggap enteng, lalu kemusyrikanpun merajalela. Ketiga, Syaitan besar, yaitu hawa nafsu yang ada dalam diri manusia, seperti ria, sombong, takabbur, rakus, tamak, dengki, hasad, nifak, dan sebagainya.
Ketiga Syaitan itu harus kita perangi, karena ketiga Syaitan itulah yang menyebabkan manusia kehilangan sifat-sifat kemanusiaannya. Jika manusia telah kehilangan sifat-sifat kemanusiaannya, maka hati, mata dan telinga yang dimiliki oleh manusia tidak berfungsi lagi. Itulah yang oleh Allah disebutkan sebagai manusia yang :
“……… mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu tak ubahnya seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai”. (Al –A’raf/7:179).

Sumber

Dikirim pada 05 Oktober 2012 di Tauhid
03 Okt


Yang dimaksud dengan sekufu adalah kesetaraan. Artinya ada kesetaraan dan kesamaan antara calon suami dengan calon istri dalam hal-hal tertentu. Misalnya sekufu dalam hal harta artinya kekayaan calon suami itu kurang lebih setara dengan kekayaan istri.
Kesetaraan yang disepakati ulama bahkan menyebabkan pernikahan tidak sah jika kesetaraan ini tidak diperhatikan adalah kesetaraan dalam agama. Setara dalam agama artinya agama calon suami dan istri itu sama. Seorang muslimah hanya setara dengan seorang muslim. Para ulama sepakat bahwa seorang wanita muslimah tidak boleh menikah dengan laki-laki kafir (Tanya Jawab Masalah Nikah dari A sampai Z hal 150, terbitan Media Hidayah).
Sedangkan kesetaraan dalam masalah yang lainnya diperselisihkan oleh para ulama, apakah perlu diperhatikan ataukah tidak.
Pernikahan yang tidak dilandasi oleh kesetaraan (selain sekufu dalam agama dan menjaga kehormatan) itu tidaklah haram. Setelah Allah menyebutkan wanita-wanita yang haram dinikahi, Allah berfirman,
وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ
“Dan dihalalkan bagi kamu perempuan selain itu (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina …” (QS An Nisa:24).
Dampak negatif pernikahan yang tidak dilandasi kesetaraan adalah timbulnya dampak bagi pihak perempuan dan walinya. Kalau seandainya pihak perempuan dan walinya ridha dengan aib yang ditanggungnya maka akad nikah sah. Demikianlah pendapat ulama yang beranggapan bahwa sekufu dalam selain masalah agama adalah masalah yang urgen. (Tanya Jawab Masalah Nikah dari A dari Z hal 167).
Dalil ulama yang berpendapat adanya sekufu dalam masalah harta adalah sebagai berikut:
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلاَ يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتَقِهِ وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوكٌ لاَ مَالَ لَهُ انْكِحِى أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ ».فَكَرِهْتُهُ ثُمَّ قَالَ « انْكِحِى أُسَامَةَ ». فَنَكَحْتُهُ فَجَعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا وَاغْتَبَطْتُ بِهِ.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fathimah binti Qais tentang dua orang yang telah melamarnya,
“Abu Jahm adalah orang yang suka memukul istrinya. Sedangkan Muawiyah adalah orang yang tidak berharta. Menikahlah dengan Usamah”. Sebenarnya aku tidak suka dengan Usamah namun sekali lagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menikahlah dengan Usamah”. Ahirnya aku menikah dengannya. Dengan sebab tersebut Allah memberikan kebaikan yang banyak sehingga aku merasa beruntung (HR Muslim no 3770 dari Fathimah binti Qois).
عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ أَحْسَابَ أَهْلِ الدُّنْيَا هَذَا الْمَالُ ».
Dari Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya kemulian orang yang hidup di dunia adalah dengan harta” (HR Ahmad no 23109, sanadnya kuat menurut Syeikh Syuaib Al Arnauth).
Di antara dalil yang digunakan oleh para ulama yang berpendapat bahwa sekufu dalam harta itu tidak teranggap adalah hadits dalam Shahih Bukhari. Dalam riwayat tersebut disebukan bahwa Zainab, isteri Abdullah bin Mas’ud meminta izin kepada Rasulullah untuk memberikan sedekah kepada suaminya. Kejadian ini menunjukan bahwa Zainab itu jauh lebih kaya dibandingkan Ibnu Mas’ud. (Lihat Tanya Jawab Masalah Nikah dari A Sampai Z hal 161-163).
Ringkasnya kita punya kewajiban untuk menghormati orang yang memilih pendapat adanya sekufu dalam masalah harta dalam pernikahan. Oleh karena itu, kami nasehatkan kepada orang yang mendapatkan musibah karena hal ini untuk bersabar. Sesungguhnya dunia itu tidaklah selebar daun kelor.
Meski pendapat yang lebih tepat dalam masalah ini adalah pendapat yang mengatakan tidak adanya sekufu dalam masalah harta dalam pernikahan.
Muhammad bin Ismail Ash Shan’ani mengatakan, “Terdapat perselisihan yang banyak di antara para ulama tentang sekufu yang harus diperhatikan dalam pernikahan. Pendapat yang kuat adalah pendapat Zaid bin Ali dan Malik. Juga terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa hal ini adalah pendapat Umar, Ibnu Mas’ud, Ibnu Sirin, Umar bin Abdul Aziz dan salah satu pendapat An Nashir.Pendapat ini mengatakan bahwa sekufu yang teranggap dalam pernikahan hanyalah agama mengingat firman Allah,
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu” (QS Al Hujurat:13).
عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم الناس ولد آدم وآدم من تراب
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua manusia adalah keturunan Adam dan Adam itu tercipta dari tanah” (HR Ibnu Saad dalam Thabaqat dan dinilai hasan oleh al Albani dalam Silsilah Shahihah no 1009).[Subulus Salam al Mushilah ila Bulugh Maram 6/58, terbitan Dar Ibnul Jauzi Riyadh cetakan keempat 1424H].

Sumber

Dikirim pada 03 Oktober 2012 di Akhlak
Awal « 1 » Akhir
Profile

Saya unik sama seperti Anda More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 416.531 kali


connect with ABATASA