0


Bagaimana mungkin hati akan cemerlang, bila gemerlap duniawi terpatri di dinding hati. Demikian ujar Syech ibnu athahilah Ra dalam kitab hikamnya.

Tidak sulit untuk mengetahui apakah dinding hati kita dipenuhi gemerlap dunia atau persiapan untuk akhirat. Lihatlah dibidang apa saja hati ini menjadi resah, bila hati resah karena kehilangan harta, takut tidak kebagian rezeki, berani tidak jujur demi sepeser-dua peser uang, melanggar aturan agama demi dunia.

Itu berarti dinding hati kita tidak sekedar dipenuhi gemerlap duniawi, tetapi sudah menjadi tawanan dunia. Tetapi bila keresahan kita pada shalat yang belum khusuk, bekal akhirat yang masih belum banyak, akhlak yang masih buruk, Itu pertanda hati kita berisi persiapan akhirat.

Memang mustahil untuk tidak terlibat urusan-urusan duniawi, karena kita mencari penghidupan jasmani disini. Dan mempersiapan bekal akhirat disini pula. Namun disaat yang sama, bagi roh kita, gemerlap dunia materi ini racun yang mematikan.

Disinilah kita harus belajar dari lalat. Lalat mencari penghidupan di tempat yang paling menjijikan. Sampah yang sudah membusuk, daging yang sudah menjadi bangkai, nasi yang sudah basi.

Tetapi kita tidak mendengar sekalipun ada lalat yang terserang tipus atau disentri. Mengapa? Menurut ilmuwan, lalat memiliki kebiasaan yang unik. Yaitu; membersihkan diri. Setiap hinggap disuatu tempat, lalat senantiasa membersihkan tangan dan kakinya.

Setelah tangan dan kakinya benar-benar bersih, lalu ia membersihkan kepala dan sayapnya. Untuk makan lalat tidak langsung melahap makanan itu, tetapi ia menuangkan cairan khusus pada makanan dengan belalainya. Mengubah kekentalan makanan agar cocok dengan keadaan tubuhnya.

Setelah itu, barulah dengan pompa penyerap ia masukan makanan itu kerongkongannya, subhanallah luar biasa inilah seni kehidupan spiritual.

Kita harus mampu memagari diri dari racun-racun dunia dengan memasang system kekebalan spiritual. Agama telah memberikan formula anti virus ini. Formulanya adalah makan-makanan yang halal.

Menjadikan kerja sebagai ibadah, hidupkan hati dengan dzikrullah, hentikan aktifitas demi menegakkan shalat, peduli terhadap kesusahan orang lain dengan cara membayar zakat.

Bersyukur ketika mendapatkan, bersabar ketika kehilangan, tawakal dalam ketidakpastian, dan ketahuhiidan yang kokoh yaitu segala sesuatu ada dalam genggaman Allah SWT.

Ada satu kalimat ringkas yang mencakup hal ini, yaitu; tubuh bergaul dengan makhluk, hati bergaul dengan khalik, memang tidak gampang, wassalamu’alaikum Wr. Wb.



sumber: http://nabungamalsholeh.blogspot.com/2012/03/tubuh-bergaul-dengan-makhluk-hati.html

Dikirim pada 09 Maret 2012 di Tauhid
Awal « 1 » Akhir
Profile

Saya unik sama seperti Anda More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 436.776 kali


connect with ABATASA